Journey,, Lampung, I’m home


ini adalah sebuah cerita singkat dari seorang pemudik, kita sebut saja si Doi. Di tengah huru hara kerjaan dikantor yang ngejar target projek, dia terpaksa pulang mendahului rekan-rekan lainnya karena kehabisan tiket Damri. setelah azan magrib berkumandang, si doi tetap di laptop doinya doi untuk benahi satu fitur. sekian menit kemudian, akhirnya doi makan ta’jil kantor berupa sop buah spesial.. tampaknya kespesialan dari sop buah tersebut tidak mampu mengurangi adrenalin yang sudah mencapai pabrik enzim ptialin. mangkok berisi cairan warna warni lebih sering bengong menatap si doi yang mukanya lg sok serius gitu. agak lama, mangkok pun tak berwarna lagi dan nyaris kering. setelah itu, doi menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim, solat magrib.

Setelah solat magrib, motor revo lamanya dimasukkan ke dalam kantor yang konon bangunannya milik orang jerman. motor sudah terparkir rapih, saatnya beres2, pikir si doi. Sungkeman tak terelakan saat ingin meninggalkan kantor, terlebih pada rekan satu tim ku, karena merasa berdosa besar meninggalkan medan peperangan yang cukup seru ini. pamit ya bro, maapin ane ya bro.. ~_~

perjalanan pemuda chubby itu pun dimulai. diantara seorang jago coding, Izoer, kami berangkat menuju pool Damri di samping stasiun kota. dan kami selamat sampai tujuan tanpa kurang satu apapun kecuali beberapa tetes bensin. thanx bro,,,

di Damri, suasan sesek terasa. bagaimana tidak, banyak paket yang dimasukkan ke dalam yang menurut si doi, itu sangat tidak nyaman. tapi mungkin itu salah satu penghasilan tambahan dari bapak Damri-ers, biar deh, mereka bisa jadi ingin dapat membahagiakan keluarganya dengan penghasilan tambahan tersebut.

Bis mulai berangkat, telat 15-20 menit dari waktu seharusnya, pukul 19.00. Everthing goes well.. untill…

kita sampai ke pelabuhan Merak. ya Amplop, antrian mobil, bis, truk, mobil seperti lagi baris upacara bendera di lapangan banteng. I’m feel so bored. setelah agak lama, akhirnya bis dengan perkasa masuk ke lambung ferry yang dekil dan sumpek.

penderitaan tantangan datang lagi. di ruang penumpang, suasana pasar terasa kental. lagu2 disko pinggiran terdengar keras, ditambah smokers yang ngerokok seenak udelnya DAMN u GUYS!!!… psstttt puasa.  saat seperti ini, aktivitas utama doi adalah mengamati suasana sekitar, kadang juga melihat TV yang suaranya kalah sama disko kampung itu. Popmie,,, suara khas itu mengusik kalbu perut ku yang blm makan besar. “berapa gan popmie nya?”, doi nanya om-om penjual popmie. “murah la,  cuma 12rb–.. :p ” wat de.. mahal amir,,  hampir 4x lipat harga aseli popmie. trus beli teh dalam botol plastik, sebut saja freshtea, dan harganya 15rb.. suasana rusuh dan harga angkuh, ckckck.. karena laper, doi pun beli.

kita back to the brainless smokers. doi heran, kenapa ditempat penuh penumpang dan aliran udara kurang baik seperti ini mereka tetap merokok tanpa ngerasa sungkan?? doi lebih menghargai teman2nya yang juga smokers yang tidak merokok sembarang tempat. kalo merokok, mereka masuk ke ruangan khusus. utk the brainless smokers, smoga cepet masuk tempat ngerokok yang abadi (a.k.a. hell), kcuali kalo lo pade uda pake brain yang nongkrong di kepala lo pade dan ga ngrokok seenak udel –saya heran, kenapa orang suka pake istilah seenak udel, emg pernah ngrasain udel?

kapal sudah merapat, satu per satu ferry dekil itu mengeluarkan isi perutnya, termasuk bis Damri yang dihuni si doi. kemalangan pun berlanjut, saat Damri beristirahat di salah satu rumah makan padang, si doi tak sadar diri. doi sadar bahwa dia perlu sahur. namun sayang saat turun, bis sudah mau berangkat. Hiks..

Singkat kata, doi sampai ke kota bandar lampung. di tempat pemberhentian sudah menanti wajah menatap rindu, he’s doi’s father. thanx Pah uda mau jemput subuh-subuh dengan motor. dan doi sampai dirumah sederhananya, disambut senyuman hangat keluarganya. Alhamdulillah puasa di rumah keluarga..

Ini cerita ku, apa cerita mu..

sorry ane ga pake cerita indomie, karena dijalan ga ada yang jual indomie, yang ada popmie..

cekidot gambar2 dan video si doi saat perjalanan

ngantri apa upacara mobil?

ngantri apa upacara mobil?

popmie-ers

popmie-ers

the brainless smokers

the brainless smokers

totally brainless

totally brainless

 

Comments
One Response to “Journey,, Lampung, I’m home”
  1. emiksan says:

    Siapa ya si doi?wkwk.. Wah pengalaman yg pantas tuk diabadikan, coz kalo udah ada jembatan lain lagi ceritanya..
    Btw, ane lg mulai aktif ngeblog, so saling add blogroll ya qih, http://emiksan.wordpress.com. Udah ku add blog antm🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: