Mari Berpikir


Kita mulai dari pertanyaan, apa cita-cita duniawi kita? Punya rumah di lokasi yang nyaman dengan desain sesuai karakter kita? Untuk rumah, anggap saja kita ingin rumah yang minimal memenuhi kebutuhan wajib kita. Ukuran kecil, sederhana, tapi nyaman. Untuk rumah ‘sederhana’ tersebut berapa harganya? Setelah melakukan survei di sekitar perbatasan kota dan kab bandung (bojong soang), saya menyimpulkan, harga rata-rata untuk ukuran bangunan 38 adalah di atas 250juta. Kita keep dulu untuk rumah..

Ingin menikah? Yup, tentu saja. Selain masalah calon istri, masalah persiapan resepsi juga menjadi perhatian penting. Oh iya, resepsi untuk sebagian besat orang tua itu sangat penting karena mencerminkan harga diri. Hmm, saya tidak sependapat untuk itu. Asumsi itu benar, biaya resepsi pernikahan itu diatas 60juta. kita keep dulu untuk menikah..

Kendaraan motor sebenarnya sudah cukup, tapi kalau sudah menikah sepertinya kita butuh mobil yang bisa mengantar istri dan anak-anak ke rumah kakek neneknya anak-anak, atau sekedar berlibur ke gunung Tangkuban Perahu. Harga mobil avanza/xenia sekitar 135juta.

Setelah hal duniawi, kita beranjak ke ukhrowi (keakhiratan). Tentang ibadah haji, niat ibadah haji juga harus didukung finansial yang kuat. Walau kata sebagian orang, asal niatnya kuat dan berdoa terus, maka Allah akan menurunkan jalan menuju Mekkah. Sekali lagi pakai asumsi biaya. Biaya ibadah haji untuk negeri katulistiwa ini di atas 30 juta. Ingin rasanya bisa segera ke tanah suci, dan suatu kebahagiaan dapat membantu saudara-saudari yang kekurangan dana untuk pergi haji. Tinggal 30juta dikali berapa orang yang kita ajak. Belum lagi cita-cita waktu kecil yang ingin mendirikan sekolah berkualitas untuk anak-anak yang kurang mampu. Dengan harapan setelah lulus dari sekolah itu, mereka bisa mandiri dan memiliki nilai manfaat yang lebih besar.

Pertanyaan mendasarnya adalah bagaimana caranya mendapatkan semua itu..

Bekerja sebagai pegawai ‘biasa’ selama puluhan mungkin belum bisa (bisa jadi tukang parkir lebih besar penghasilannya). Untuk kebutuhan pokoknya saja terkadang dirasa kurang. Di sisi lain, banyak teman yang sukses sehingga dalam usia muda impian-impian dunia dan ukhrowi dapat diraih.

Ya,, there are many chances to get better future. Bisnis, atau ladang emasnya lainnya masih membuka diri untuk kita jamah. Intinya adalah berani mengambil keputusan dengan pertimbangan yang matang. Memang selalu ada resiko dari setiap keputusan yang kita ambil. Tapi itulah satu paket usaha, doa, resiko, sukses, belum sukses… yang jelas kesuksesan besar tidak untuk orang yang biasa saja. yang pergi ngator pagi pulang sore/malam. yang tidak jarang stress menyelimuti, dan membuat fisik lebih cepat terkena penyakit (pernah baca artikel ilmiah tentang ini).  Kesuksean besar hanya untuk orang besar,, silakan definisikan masing-masing tentang orang besar🙂

Saatnya tidur, besok ke jakarta cari nafkah sementara sebagai pegawai ‘biasa’🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: