Ahlan wa Sahlan Our Baby Boy..


Kamis, 10 Oktober 2013
Dapat sms dari istri yang isinya kandungannya sudah mulai berkontraksi. pukul 16.30 izin dari kantor dan langsung menuju ke tangerang, tempat orang tua istri (beberapa pekan sebelumnya istri memang tinggal ditempat orang tua agar dekat dengan tempat rencana bersalin). Bandung-Tangerang macet dibanyak titik, sehingga sekitar 22.30 baru sampai

Jumat, 11 Oktober 2013
sekitar pukul 23.00 Istri mulai mengeluarkan flek darah yang biasanya menjadi tanda-tanda awal kelahiran anak. Setelah berkonsultasi dengan orang tua yang di Lampung dan seorang teman, akhirnya saya bawa istri ke rumah sakit Sari Asih Ciledug untuk diperiksa. Kata bidan jaga, sudah mulai bukaan tapi lahirnya tidak dalam waktu dekat ini (dalam hitungan jam). Akhirnya kami pulang kembali

Sabtu, 12 Oktober 2013
Jadwal datang ke dokter kandungan. Kata dr Roza, sepertinya perlu mulai menginap di RS. Siang itu juga istri mulai menjalani rawat inap. dengan gagahnya kami naik ke lantai 3 dengan tangga karena lift-nya ramai dan memang kata orang kalau ingin bersalinnya lancar, harus banyak jalan. Kami mengambil kamar kelas I yang dalam satu kamar ada dua pasien. Hari itu, pasien sebelah kami sedang di ruang operasi, entah apa masalahnya. saya tetap berharap Istri bisa melahirkan normal kelak.

Minggu, 13 Oktober 2013
Kami baru mengetahui bahwa bayi pasien sebelah telah meninggal. Dengan massa badan 1,4kg dan usia kandungan prematur membuat bayi tidak bisa bertahan. Tidak jarang kami mendengar isak tangis dari pasien dan suaminya saat ada teman/kerabat yang menjenguknya. Jujur saja, sepertinya itu membuat mental saya dan istri agak terganggu menjelang persalinan istri tapi kami tetap berusaha berpikir positif.

Saat-saat ini, peran seorang suami sangat penting. Kontraksi hebat yang tampak sangat menyakitkan membuat istri tidak jarang berteriak. Saya berusaha menenangkan seolah-olah saya adalah pelatih yoga, “tarik nafas… tahan.. keluarkan pelan-pelan..”

Sekitar 19.30, kami masuk ruang tindakan/bersalin. Bukaan terus bertambah, rasa sakit juga semakin bertambah secara kualitas juga kuantitas. Beberapa jam kemudian orang tua istri datang ke rumah sakit (dari ada acara di luar kota), ibu mertua juga ikut masuk ke ruang bersalin menemani kami sampai kira-kira jam 22.30.

Setelah bukaan mencapai bukaan 7 atau 8, saya diminta ke sofa yang berada dibalik tirai bersalin (masih dalam satu ruangan) karena mungkin para bidan dan suster ingin melakukan tindakan yang ‘sadis’ sehingga seorang suami pun diminta tidak melihat.

Senin, 14 Oktober 2013

Bersama perasaan panik dan lelah, saya tertidur di sofa hingga seorang bidan membangunkan, “Pak, mau mendampingi istri bersalin? Dokter Roza telah datang..”

Saya bergegas berada di samping istri. Saya tatap wajah istri, terlihat aura perjuangan dan tampak semakin tenang. 5-6 orang bidan/suster dan seorang dokter berada dalam formasi yang diminta dokter.

“Ibu, tarik napas ya dalam-dalam. setelah saya bilang ngeden, ibu ngeden sekuat-kuatnya!” komando tegas dokter Roza.

Deg deg deg.. detak jantung terasa semakin melambat. “Yak ibu ngeden yang kuat!”

Dalam hitungan tidak lebih dari 3 detik, terlihat sesosok manusia kecil berwarna keunguan berlumuran darah ditangan sang dokter. Tangis sang bayi terdengar indah di ruang bersalin itu. Tangisku juga tak tertahan, “Alhamdulillah ya Allah..”

Berat 3 kg, panjang 51 cm..

Setelah beberapa prosesi medis, saya mengazankan sang manusia baru itu. Saya tatap wajahnya penuh khidmat, “ini garis penerus keturunan saya. Tanggung jawab saya dunia akhirat..”

Saya diminta ke ruang perawatan sedangkan istri masih di ruang bersalin. Sekitar beberapa saat sebelum subuh, istri datang ke ruang perawatan. Senyum bahagia terpancar dari wajah lelahnya.

Subuh itu, akhir saya ada kesempatan berkenalan dengan suami dari pasien sebelah, namanya Pak Agus. Kami subuh di mesjid di sekitar RS. Kami sempat berbincang tentang kondisi istri kami masing-masing. Wajah tegarnya tidak dapat menutupi kesedihan yang mendalam atas kehilangan buah hatinya. Oiya, sepertinya Pak Agus ini kader PKS. Wajahnya khas berjenggot. Istrinya juga berpenampilan seperti kader muslimah PKS. Tapi kami tidak membahas tentang kader PKS atau bukan. Beliau menyelamatiku telah menjadi seorang ayah. Saya berusaha menguatkan beliau.

Siang harinya, “Assalamu’alaikum..”

Saya buka tirai yang membatas ruang privat dengan ruang bersama di ruang perawatan itu. Pasien sebelah, memberikan popok bayi yang telah disiapkan untuk bayi mereka. “Ini popok buat dedek bayi. Semoga bermanfaat ya”

“Terimakasih bu..” jawab saya dan istri. Ya Allah, saya seperti merasakan apa yang ibu itu rasakan, kesedihan kehilangan. Dalam hati saya, berharap ibu dan bapaknya bisa bersabar dan diberikan balasan yang luar biasa atas kesabaran mereka.

Tengah malam dokter Roza datang ke ruang perawatan dan mengatakan bahwa besok kami boleh pulang. Hore..!! teriak kami dalam hati

Selasa, 14 Oktober
Lebaran kurban tahun ini, kami berlebaran di RS. Solat Ied di mesjid besar samping RS. Setelah itu, administrasi keuangan dibereskan dan kami pun meninggalkan RS ditemani oleh Ibu mertua dan Gina.

Sebuah hari baru dalam hidup kami bersama seorang anak yang kami sayangi. Ganti popok jalani entah karena sekedar pipis atau pup kami lakukan dengan semangat. Menyusui menjadi agenda 1-2 jam sekali buat istri. kami berharap agar sang bayi kelak menjadi anak yang soleh, berbakti kepada orangtua, keluarga, dan negara ini. Menopang kami kelak disaat kami telah rapuh..

Selamat datang anak ku. Ahlan wa Sahlan.. Adelio Naufal Alfatih
Kami menyayangimu..

Perkembangan Dede dari 0-4 bulan masa kandungan

Perkembangan Dede dari 0-4 bulan masa kandungan

baby bareng abindutbaby boy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: