1+1=2 atau 1+0=2 ?


happy muslim family

happy muslim family

Salah satu yang saya syukuri adalah memiliki istri yang asik diajak diskusi. Istri (sebelum menikah) pernah bertanya dengan dosen pembimbingnya (mas Inung), kira-kira pertanyaannya : “Pak, lebih bak istri itu bekerja atau di rumah?”

Jawaban dari mas Inung, keputusan dikembalian kepada kepada kesepakatan suami-istri tersebut. Filosofi yang menarik disampaikan mas Inung adalah pilihan 1+1=2 atau 1+0=2.  Apakah memilih gaji suami + gaji istri = sejumlah penghasilan ideal (bisa ngambil KPR, kredit mobil, dll) atau hanya gaji suami tapi menghasilkan penghasilan yang ideal.

Tentunya tampak menyenangkan jika suami istri berkerja, karena secara matematika, jumlahnya akan lebih banyak dibandingkan dengan hanya suami. Namun, perlu dipahami plus minus dari pilihan tersebut :

Pilihan pertama (dua-duanya kerja)

Plus :

  1. Penghasilan rumah tangga lebih besar
  2. Finansial lebih aman

Minus :

  1. Waktu untuk membentuk anak sangat kurang
  2. Pulang kerja, sama-sama dalam keadaan letih

Pilihan kedua (hanya suami yang kerja)

Plus :

  1. Suami menjadi lebih giat dalam mencari nafkah
  2. Istri dapat fokus memantau, membentuk karakter, bermain dengan anak
  3. Saat suami pulang kerja, istri siap mendengarkan keluh kesah, siap memijat tubuh letih suami

Minus :

  1. Secara matematika, penghasilan rumah tangga hanya mengandalkan gaji suami

Dari pilihan tersebut, saya dan istri cenderung memilih pilihan kedua. Namun, saya membolehkan istri untuk menjadi pengajar, dosen yang tidak full time, sehingga waktu keluarga tidak terbengkalai. Selain itu, potensi istri dapat berkembang dan diasah saat menjadi pengajar atau dosen. Disaat yang sama, saya sebagai suami harus berusaha meningkatan kuantitas penghasilan dengan cara mencari job samping atau  bahkan job utama yang memiliki take home pay yang membuatan finansial keluarga aman dan mandiri (misalnya berusaha masuk ke Oil&Gas Company atau BUMN yang bonafit, aamiin! :p)

Kami menyadari kodrat orang tua tidak hanya memberikan nafkah materi, tapi juga cinta, pendidikan keluarga, perhatian, motivasi, dan teladan yang baik untuk keluarga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: