Korupsi, Dipahami untuk Dihindari


Definisi korupsi

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain.

Dalam Oxford English Dictionary (OED) makna korupsi dikategorikan dalam tiga kelompok sebagai berikut

  • Secara fisik

misalnya perbuatan pengrusakan atau dengan sengaja menimbulkan pembusukan dengan tindakan yang tidak masuk akal serta menjijikan.

  • Moral

bersifat politis yaitu membuat korup moral seseorang atau bisa berarti fakta kondisi korup, dan kemerosotan yang terjadi dalam masyarakat.

  • Penyelewengan terhadap kemurnian

seperti misalnya penyelewengan norma sebuah lembaga sosial tertentu, adat istiadat dan seterusnya. Perbuatan ini tidak cocok atau menyimpang dari nilai kepatutan kelompok pergaulan. Penggunaan istilah korupsi dalam hubungannya dengan politik diwarnai oleh pengertian yang termasuk kategori moral.

Robert Tilman, berkeyakinan bahwa korupsi meliputi suatu pergeseran dari model penentuan harga yang diperintahkan ke model pasaran bebas. Mekanisme yang dipusatkan menjadi cita-cita birokrasi modern yang dapat dipecah kedalam ketidaksamaan yang serius antara penawaran dan permintaan. Para langganan akan mengambil resiko yang sudah diketahui dan membayar harga yang lebih tinggi agar terjamin untuk memperoleh keuntungan yang dicita-citakan.

Dampak Korupsi

Dampak Korupsi menurut Prof Sumitro Djojohadikusumo adalah kebocoran terhadap dana pembangunan sekitar 30 persen pada tahun 1989 sampai dengan 1993 dari total investasi, jumlah tersebut sekitar Rp 12 triliun. Yang dimaksud dengan kebocoran ialah pemborosan (inefisiensi ekonomi) atas penggunaan sumber daya ekonomi. Menurut Sumitro, ada beberapa penyebab kebocoron. Pertama, karena investasi yang ditanamkan dalam infrastruktur dengan masa pengembalian cukup lama. Kedua, lemahnya penggarapan dan perawatan proyek investasi. Ketiga, adanya penyimpangan dan penyelewengan.

Dampak korupsi pendapat CIBA (Crimean International Business Association – sebuah organisasi internasional) yaitu :

  • Korupsi menyebabkan turunnya kualitas pelayanan publik.
  • Korupsi menyebabkan terenggutnya hak-hak dasar warga negara.
  • Korupsi menyebabkan rusaknya sendi-sendi prinsip dari sistem pengelolaan keuangan negara.
  • Korupsi menyebabkan terjadinya pemerintahan boneka.
  • Korupsi dapat meningkatkan kesenjangan sosial.
  • Korupsi dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan investor.
  • Korupsi dapat menyebabkan terjadinya degradasi moral dan etos kerja.

Sekian pembahasan mengenai dampak korupsi menurut para Pakar, semoga tulisan saya mengenai dampak korupsi menurut para pakar dapat bermanfaat.

Corruption Perception Index 2014

Sebuah NGO internasional bernama Transparency International merilisi infografis yang menggambarkan indeks persepsi korupsi. Berikut adalah infografis tersebut :

 peta

Berdasarkan informasi yang disampaikan didalamnya, disebutkan bahwa Indonesia berada diperingkat 107 dari 175 negara dunia. Semakin kecil peringkat maka semakin bersih.

Berdasarkan pendapat ahli dari seluruh dunia, Indeks Persepsi Korupsi mengukur tingkat persepsi korupsi sektor publik di seluruh dunia, dan hasilnya mengkhawatirkan. Tidak satu negara pun mendapat nilai sempurna dan lebih dari dua pertiga skor di bawah 50, pada skala dari 0 (sangat korup) sampai 100 (sangat bersih).

Peringkat korupsi di Asia Tenggara

Dalaman halaman website LSM ICW disebutkan bahwa Indonesia termasuk “Juara” dalam hal korupsi. Di antara negara-negara Asia Timur dan Pasifik, Indonesia berada di ranking ke-12 dari 13 negara. Sedangkan secara global, korupsi di Indonesia di peringkat ke- 47 dari 66 negara.“Semakin atas peringkat, jumlah korupsi semakin rendah. Sedangkan semakin bawah peringkat, jumlah korupsi semakin banyak,” demikian laporanWJP.

Penghargaan e-Transparency Award 2014

Sementara itu, Public Policy Institute (PPI) memberikan penghargaan e-Transparency Award 2014 kepada 10 lembaga dan kementerian yang dianggap transparan. Adapun penilaian itu dinilai melalui tampilan website masing-masing kementerian/lembaga, baik isi informasi maupun pengelolaannya.

Penghargaan kepada 10 kementerian dan lembaga itu diserahkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yudi Chrisnandi.

Berikut 10 kementerian dan lembaga yang mendapatkan penghargaan tersebut, berdasarkan atas peringkat.

  1. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
  2. Kementerian Keuangan
  3. Kementerian Kesehatan
  4. Kementerian Perindustrian
  5. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)
  6. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
  7. Kementerian Komunikasi dan Informatika
  8. Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat
  9. Kementerian Perdagangan
  10. Kementerian Badan Usaha Milik Negara

Sebuah Renungan

Tidak ada agama satupun yang memperbolehkan perilaku korupsi. Karena di dalam perilaku korupsi tersimpan sikap-sikap yang buruk, seperti : keserakahan, ketidak-adilan, ketidak-pedulian dan banyak perilaku buruk lainnya.

Islam

“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan cara batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (cara berbuat) dosa padahal kamu mengetahui” (QS. Al Baqarah 2 : 188)

“Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu.” (QS. An Nisa 4 : 29)

Nasrani

“Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman:”Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5)

“Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis v  dan mereka bertanya kepadanya: “Guru, apakah yang harus kami perbuat?” (Lukas 3:12)

Bahkan Perdana Menteri Cina yang dikenal atheis pernah mengatakan :

 “Saya akan sediakan 100 buah peti mati. 99 untuk para koruptor dan 1 lagi untuk saya, apabila saya melakukan hal yang sama.”

Kata-kata bijak dari sahabat Nabi, Abu Bakar, dapat menjadi renungan kita bersama :

”Ya Allah, jadikanlah dunia di tangan kami, bukan di hati kami.”

catatan :

Tulisan ini adalah salah satu tugas aktualisasi diklat prajabatan. Konten berasal dari berbagai sumber🙂

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: