Buah Hati Tidak Gemuk,.. Perspektif Psikis Bunda


Tidak Gemuk
Seorang ibu sangat sensitif thd apapun ttg anaknya. tak heran, nina sangat desperate sampai2 ingin cek lab lengkap untuk mencari tau penyebab anak sulungnya ‘kurus’. hatinya, perasaannya tercabik oleh omelan ketus pengurus posyandu. “kurus amat sih, seperti kurang gizi saja”. setelah itu, nina tidak pernah mengikutkan anak sulungnya ke posyandu.

begitu pula alifa. komentar tidak ttg bobot anaknya tidak hanya dari ibu2 posyandu, tapi juga dari orang tuanya. seolah-olah ia tidak merawat anaknya dengan baik. secara tak sadar, psikisnya pun tertekan. “ayo dong aa’, dimakan makanannya. memang aa’ mau mamah dibilang ga ngurus kamu dengan baik??”
“sebentar mah. coba papah bujuk ya” junaedi tiba2 muncul seperti tuxedo bertopeng
“aa’, memang belum lapar ya?”
“iyah papah” jawabnya sambil main mobil-mobilan, khas anak2.
“kalau aa’ laper, kasih tau mamah atau papah ya sayang..” cup, ciuman gemas ke pipi buah hatinya

kepala alifa diusap2, “sabar ya sayang.. walaupun aa’ kurang gemuk, tapi aa’ anak yang sangat cerdas dan sikapnya santun. hasil didikan kamu sayang”
“iya pah, maafin yah..” sambil peluk suami tersayangnya

pesan sponsor
halo ibu2 pengurus posyandu, ibu2 lenong rumpi, ibu2/bapak2 yang super.. ternyata dampak komentar kita yang kesannya ‘kritik membangun’ mampu melukai hati lho.. gunakan bahasa yang baik atau tidak komentar sama sekali adalah opsi yang bijak.. dan membanding2kan tumbuh kembang anak adalah hal yg tidak bijak. cukup sekian dan salam baper..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: